Search

Selasa, 17 Oktober 2017

Istilah dalam Jurnal Elektronik

1.    DOI (Digital Object Identifier)
DOI atau Digital Object Identifier yang dikelola International DOI Foundation (IDF) merupakan sistem untuk mengidentifikasi objek konten dalam lingkungan digital yang ditugaskan menuju entitas pada jaringan internet. DOI adalah sebuah cara untuk memberi identitas (digital) bagi sebuah obyek, yang dalam hal ini adalah tulisan ilmiah. Sebagai pengidentifikasi, sebuah DOI bersifat unik (tidak ada duanya) dan persisten (tidak berubah). Begitu dipakai untuk mengidentifikasi sebuah dokumen, maka ia akan melekat di dokumen itu, meski dokumennya diubah, berpindah lokasi, dsb.
Sistem ini digunakan untuk memberikan informasi atau data termasuk di mana sebuah konten dapat ditemukan di Internet. Sistem DOI pada dasarnya adalah sistem penghubung antara pelanggan dengan pengguna jasa. IDF menyediakan kerangka identifikasi konten intelektual, metadata, fasilisitator perdagangan elektronik dan manajemen otomatis media. Objek digital dapat berubah dari waktu ke waktu dan dari satu tempat ke tempat yang lain, namun DOI tidak akan berubah. 
DOI memiliki format yang sederhana, berbentuk string karakter yang terbagi menjadi dua bagian: prefix dan suffix. Keduanya dipisahkan oleh karakter “/”. Bagian prefix menunjukkan sebuah otoritas (lembaga) yang berwenang meng-assign DOI, dan bagian suffix menunjukkan identifier yang diberikan untuk suatu obyek dokumen tertentu.
Contoh sebuah DOI: 10.1109/ISPAN.1999.778960. DOI ini mengidentifikasi sebuah makalah dalam Prosiding I-SPAN 99 seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
Sebuah DOI bisa dikaitkan dengan lokasi tempat dokumen yang ditunjuknya berada. Berbekal sebuah DOI, kita bisa mendapatkan dokumen tersebut tanpa harus mengetahui secara persis di URL mana dokumen tersebut disimpan. Sebagai contoh, DOI pada contoh di atas dapat dilekatkan ke URL yang memberikan layanan resolusi (penemuan lokasi) seperti http://dx.doi.org, sehingga akan berbentuk sebagai berikut:
URL ini akan menunjuk ke lokasi yang sebenarnya tempat dokumen tersebut tersimpan, seperti terlihat pada gambar berikut ini.
Dari halaman web yang ditunjuk oleh DOI di atas bisa dilihat beberapa informasi yang dapat digunakan untuk melacak eksistensi sebuah paper, juga tentang forum/media publikasinya.
DOI dikeluarkan oleh sebuah organisasi yang berminat mendaftarkan dokumen-dokumennya ke sistem database DOI. Organisasi, yang dalam terminologi DOI disebut Registrant, dapat mendaftarkan diri ke International DOI Foundation yang mengelola sistem DOI ini, dan begitu terdaftar, sebuah Registrant dapat mengeluarkan DOInya secara independen. Sampai April 2013, sudah lebih dari 85 juta DOI dikeluarkan oleh 9500 organisasi berupa penerbit, penyelenggara digital library, dan lain-lainnya.
DOI tidak ditujukan untuk menjamin apakah sebuah obyek itu bisa dipercaya atau tidak (misalnya, untuk memeriksa keutuhan integritas naskah), tetapi sebagai sebuah sistem, DOI telah distandarkan sebagai ISO 26324.

2.    ISBN (International Standard Book Number)
ISBN adalah suatu penomoran yang khas atau unik untuk setiap buku, bertujuan untuk memudahkan pemesanan dan membedakan buku satu dan lainnya. Badan Nasional ISBN mempunyai tugas menyebarkan informasi ISBN melalui berbagai terbitan, seperti Bibliografi Nasional Indonesia (BNI), direktori, dan majalah Berita ISBN. Sedangkan Badan Internasionalnya mewakili Asosiasi Penerbit Internasional (International Publishers Association) dan Federasi Internasional Asosiasi-asosiasi Perpustakaan (International Federation of Library Association/IFLA).
Nomor Buku Standar Internasional ini terdiri atas 10 digit angka yang mewakili tiga pengenal atau identitas dan satu pemeriksa, yaitu: 3 digit pertama berupa pengenal kelompok (group identity), empat digit kedua berupa pengenal penerbit (publisher identity), dua digit ketiga adalah pengenal judul buku (title identity), dan satu digit terakhir merupakan pemeriksa (check digit).
Dalam penulisannya, singkatan ISBN adalah dengan huruf besar dan terletak di depan angka-angka pengenal dan pemeriksa. Antara setiap bagian pengenal dan pemeriksa dibatasi oleh tanda penghubung, misalnya ISBN 979-8006-70-4. Angka pengenal kelompok ISBN untuk Indonesia adalah 979. Dengan demikian setiap judul buku yang mempunyai angka 979 berarti diterbitkan di Indonesia. Saat ini jumlah penerbit yang telah menjadi anggota ISBN sebanyak 548 penerbit.
ISBN diberikan oleh Badan Internasional yang berada di Berlin, Jerman. Di Indonesia badan ini mendelegasikan wewenangnya kepada Perpustakaan Nasional RI sebagai Badan Nasional yang berhak memberikan ISBN kepada para penerbit yang memerlukannya. 
Permintaan untuk mendapatkan ISBN dapat ditujukan kepada Perpustakaan Nasional RI, c.q. Pusat Layanan Informasi (Tim ISBN/KDT). Data-data buku yang perlu dikirimkan antara lain judul buku, nama pengarang/penyusun/penerjemah, cetakan/edisi/revisi, tahun terbit, dan kota terbit. Persyaratan lain adalah melampirkan halaman judul, daftar isi kata pengantar, serta surat permohonan dari kantor/lembaga yang akan menerbitkan buku yang dimintakan ISBN/KDT tersebut. Bagi penerbit yang belum mendaftar perlu mengisi surat pernyataan menjadi anggota ISBN dan KDT (Katalog Dalam Terbitan atau CIP/Cataloging In Publication).
Daftar ISBN hanya membayar biaya Rp. 25.000,- saja. Penerbit yang ingin mengajukan permohonan ISBN harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu:
1)        Mengisi formulir surat pernyataan untuk penerbit baru yang belum pernah bergabung dalam keanggotaan ISBN;
2)        Menunjukkan bukti legalitas penerbit (akta notaris, surat keputusan, akta kesepakatan, atau surat-surat resmi yang dapat dipertanggungjawabkan;
3)        Membuat surat permohonan di atas kop surat resmi penerbit atau badan yang bertanggung jawab;
4)        Melampirkan halaman judul, halaman balik halaman judul, daftar isi, dan kata pengantar.
Permohonan dapat disampaikan melalui jasa pos, faksimili, email, online, atau datang langsung ke Perpustakaan Nasional dan tidak dikenakan biaya.
a.    ISBN-10
Fungsi ISBN-10
1)   Memberikan identitas terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit.
2)   Membantu memperlancar arus distribusi buku karena dapat mencegah terjadinya kekeliruan dalam pemesanan buku.
3)   Sarana promosi bagi penerbit karena informasi pencantuman ISBN di Jakarta, maupun Badan Internasional yang berkedudukan di Berlin, Jerman.
Kode ISBN-10 terdiri Dari 4 Bagian yaitu:
1)   Kode yang mengidentifikasikan bahasa.
2)   Kode penerbit.
3)   Kode buku tersebut.
4)   Karakter penguji (digit ke-10).
b.    ISBN-13
ISBN -13 ini pengertianya sama degan ISBN-10 yang juga bisa mengindentifiksi sebuah buku komirsil. Keistemawaan dari Kode ISBN-13 ini adalah sejalandengan barcode European Article Number (EAN)-13 dan kode ISBN-13 mempunyai kapasitas kode yang lebih banyak daripada kode ISBN-10.
Fungsi ISBN-13:
Kode ISBN ini adalah pengindentifikan yang dapat dibaca oleh mesin. Kode ISBN mempunyai peranan penting dalam produksi distirbusi dan, penjualan, penyimpanan data bibliografic dalam perdagangan buku. ISBN juga merupakan bagian vital dalam manajemen informasi perpustakaan.
Struktur Kode ISBN-13
1)   Prefix element.
2)   Registration group element yang mengindentifikasi bahasa buku.
3)   Registrant code yang mengidentifikasi penerbit.
4)   Publication element yang mengindentifikasi judul buku.
5)   Check digit dyang berfungsi untuk mengecek kevalidan dari suatu kode ISBN.
Elemen pertama dari kode ISBN-13 ini adalah elemen yang membedakan kode ISBN-13 dengan kode ISBN-10. Elemen ini mempunyai 3 digit nomor yang disediakan oleh EAN International. Prefix yang telah disediakan oleh EAN intenational adalah:
·      978
·      979

3.    ISSN
ISSN merupakan singkatan dari International Standard Serial Number atau Standar Internasional Nomor Majalah (mis: ISSN 2049-3630). ISSN (International Standard of Serial Number) merupakan nomor pengenal yang diberikan kepada terbitan berkala seperti halnya dalam terbitan berkala seperti majalah, surat kabar, newsletter (warta), buku tahunan, laporan tahunan, maupun prosiding.
ISSN terdiri dari 8 angka sebagai nomor pengenal dari majalah tersebut,. Manfaat dari nomor ISSN ini adalah untuk memudahkan pelaksanaan administrasi seperti pemesanan sebuah majalah yang dapat dilakukan dengan menyebutkan nomor ISSN-nya. Nomor ISSN ini akan menghilangkan keragu-raguan karena ternyata banyak juga majalah yang sama atau hampir sama judul/namanya.
14. Impact Factor (IF)
Pengertian infact factor (IF) dari suatu jurnal akademis adalah ukuan yang mencerminkan jumlah rata-rata tahunan dari kutipan artikel terbaru yang dipublikasikan dari jurnal itu. Hal ini sering digunakan sebagai proxy untuk kepentingan relative dari jurnal dalam bidangnya.  Adapun jurnal dengan IF yang lebih tinggi sering dianggap lebih penting dari pada jurnal dengan IF lebih rendah. Impact factor (IF) dirancang oleh Eugene Garfield, pendiri Institute for Scientific Information. Imfact Factor dihitung tahunan mulai dari tahun 1975 untuk ulasan jurnal-jurnal  yang tercantum dalam Journal Citation Reports dari Thomson Reteurs.
55. SNIP
SNIP merupakan singkatan dari Source Normalized Impact per Peper (SNIP), yang dibuat oleh Profesor Henk Moed di CTWS, Universitas Leiden, yang digunakan untuk mengukur kontekstual kutipan dampak dengan pembobotan kutipan berdasarkan jumlah total kutipan dalam bidang subjeknya. Dampak dalam kutipan tunggal diberikan nilai lebih tinggi di bidang studi dimana kutipan berada, dan sebaliknya.
  6. SJR
SJR adalah singkatan dari Scimagi Jurnal Rank. Dimana SCImago adalah kelompok riset dari Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIC), Universitas Granada, Extremadura, Carlos III (Madrid) dan Alcala de Henares, didedikasikan untuk  analisis informasi, representasi dan pengambilan dengan teknik visualisasi. Perhitungn SJR menggunakan database Scopus (Elsevier) dengan memperhatikan:
a.    Journal Coverage
b.    Relationship between primary (citable items) and total output per journal of the database.
c.    Assignment criteria for types of documents.
d.   Accuracy of the linkage between references and source records


Daftar Pustaka
Anonim. 2015. Tentang ISBN, ISSN dan KDT. http://flpcianjur.blogspot.co.id/2010/06/tentang-isbn-issn-dan-kdt.html, diakses pada tanggal 16 Oktober 2017.
Anonim. Tanpa tahun. ISBN. https://id.wikipedia.org/wiki/ISBN, diakses pada tanggal 16 Oktober 2017.
Anonim. 2014. Pengertian ISSN. http://infopekanini.blogspot.co.id/2014/04/pengertian-issn.html, diakses pada tanggal 17 Oktober 2017.
Anonim. 2017. Faktor Dampak. https://id.wikipedia.org/wiki/Faktor_dampak, diakses pada tanggal 17 Oktober 2017
Darmawan, Yogi. 2010. Pengertain ISBN-10 dan ISBN-13. http://yogi-rocky.blogspot.co.id/2010/05/isbn-10.html, diakses pada tanggal 16 Oktober 2017.

1 komentar:

  1. Do you realize there's a 12 word sentence you can communicate to your man... that will induce intense emotions of love and impulsive attraction for you deep inside his chest?

    That's because hidden in these 12 words is a "secret signal" that fuels a man's instinct to love, treasure and care for you with all his heart...

    12 Words Who Fuel A Man's Love Instinct

    This instinct is so built-in to a man's brain that it will make him try better than before to to be the best lover he can be.

    As a matter of fact, fueling this powerful instinct is so essential to getting the best ever relationship with your man that as soon as you send your man one of these "Secret Signals"...

    ...You will soon notice him open his mind and soul for you in a way he haven't experienced before and he will see you as the only woman in the universe who has ever truly appealed to him.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.