1.
DOI (Digital Object Identifier)
DOI atau Digital Object Identifier
yang dikelola International DOI Foundation (IDF) merupakan sistem untuk
mengidentifikasi objek konten dalam lingkungan digital yang ditugaskan menuju
entitas pada jaringan internet. DOI adalah
sebuah cara untuk memberi identitas (digital) bagi sebuah obyek, yang dalam hal
ini adalah tulisan ilmiah. Sebagai pengidentifikasi, sebuah DOI bersifat unik
(tidak ada duanya) dan persisten (tidak berubah). Begitu dipakai untuk
mengidentifikasi sebuah dokumen, maka ia akan melekat di dokumen itu, meski
dokumennya diubah, berpindah lokasi, dsb.
Sistem ini digunakan untuk
memberikan informasi atau data termasuk di mana sebuah konten dapat ditemukan
di Internet. Sistem DOI pada dasarnya adalah sistem penghubung antara pelanggan
dengan pengguna jasa. IDF menyediakan kerangka identifikasi konten intelektual,
metadata, fasilisitator perdagangan elektronik dan manajemen otomatis media.
Objek digital dapat berubah dari waktu ke waktu dan dari satu tempat ke tempat
yang lain, namun DOI tidak akan berubah.
DOI memiliki
format yang sederhana, berbentuk string karakter yang terbagi menjadi dua
bagian: prefix dan suffix. Keduanya dipisahkan oleh karakter “/”. Bagian prefix
menunjukkan sebuah otoritas (lembaga) yang berwenang meng-assign DOI, dan
bagian suffix menunjukkan identifier yang diberikan untuk suatu obyek dokumen
tertentu.
Contoh sebuah
DOI: 10.1109/ISPAN.1999.778960. DOI ini mengidentifikasi sebuah makalah dalam
Prosiding I-SPAN 99 seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
Sebuah DOI bisa
dikaitkan dengan lokasi tempat dokumen yang ditunjuknya berada. Berbekal sebuah
DOI, kita bisa mendapatkan dokumen tersebut tanpa harus mengetahui secara
persis di URL mana dokumen tersebut disimpan. Sebagai contoh, DOI pada contoh
di atas dapat dilekatkan ke URL yang memberikan layanan resolusi (penemuan
lokasi) seperti http://dx.doi.org, sehingga akan berbentuk sebagai berikut:
URL ini akan
menunjuk ke lokasi yang sebenarnya tempat dokumen tersebut tersimpan, seperti
terlihat pada gambar berikut ini.
Dari halaman web
yang ditunjuk oleh DOI di atas bisa dilihat beberapa informasi yang dapat
digunakan untuk melacak eksistensi sebuah paper, juga tentang forum/media
publikasinya.
DOI dikeluarkan
oleh sebuah organisasi yang berminat mendaftarkan dokumen-dokumennya ke sistem
database DOI. Organisasi, yang dalam terminologi DOI disebut Registrant, dapat
mendaftarkan diri ke International DOI Foundation yang mengelola sistem DOI
ini, dan begitu terdaftar, sebuah Registrant dapat mengeluarkan DOInya secara
independen. Sampai April 2013, sudah lebih dari 85 juta DOI dikeluarkan oleh
9500 organisasi berupa penerbit, penyelenggara digital library, dan lain-lainnya.
DOI tidak
ditujukan untuk menjamin apakah sebuah obyek itu bisa dipercaya atau tidak
(misalnya, untuk memeriksa keutuhan integritas naskah), tetapi sebagai sebuah
sistem, DOI telah distandarkan sebagai ISO 26324.
2.
ISBN (International Standard Book Number)
ISBN adalah suatu
penomoran yang khas atau unik untuk setiap buku, bertujuan untuk memudahkan
pemesanan dan membedakan buku satu dan lainnya. Badan
Nasional ISBN mempunyai tugas menyebarkan informasi ISBN melalui berbagai
terbitan, seperti Bibliografi Nasional Indonesia (BNI), direktori, dan majalah
Berita ISBN. Sedangkan Badan Internasionalnya mewakili Asosiasi Penerbit
Internasional (International Publishers Association) dan Federasi Internasional
Asosiasi-asosiasi Perpustakaan (International Federation of Library
Association/IFLA).
Nomor Buku Standar Internasional ini
terdiri atas 10 digit angka yang mewakili tiga pengenal atau identitas dan satu
pemeriksa, yaitu: 3 digit pertama berupa pengenal kelompok (group identity), empat digit kedua berupa pengenal
penerbit (publisher identity), dua digit ketiga adalah pengenal
judul buku (title identity), dan satu digit terakhir merupakan
pemeriksa (check digit).
Dalam penulisannya, singkatan ISBN
adalah dengan huruf besar dan terletak di depan angka-angka pengenal dan
pemeriksa. Antara setiap bagian pengenal dan pemeriksa dibatasi oleh tanda
penghubung, misalnya ISBN 979-8006-70-4. Angka pengenal kelompok ISBN untuk
Indonesia adalah 979. Dengan demikian setiap judul buku yang mempunyai angka
979 berarti diterbitkan di Indonesia. Saat ini jumlah penerbit yang telah
menjadi anggota ISBN sebanyak 548 penerbit.
ISBN diberikan oleh Badan
Internasional yang berada di Berlin, Jerman. Di Indonesia badan ini
mendelegasikan wewenangnya kepada Perpustakaan Nasional RI sebagai Badan
Nasional yang berhak memberikan ISBN kepada para penerbit yang
memerlukannya.
Permintaan untuk mendapatkan ISBN
dapat ditujukan kepada Perpustakaan Nasional RI, c.q. Pusat Layanan Informasi
(Tim ISBN/KDT). Data-data buku yang perlu dikirimkan antara lain judul buku,
nama pengarang/penyusun/penerjemah, cetakan/edisi/revisi, tahun terbit, dan
kota terbit. Persyaratan lain adalah melampirkan halaman judul, daftar isi kata
pengantar, serta surat permohonan dari kantor/lembaga yang akan menerbitkan
buku yang dimintakan ISBN/KDT tersebut. Bagi penerbit yang belum mendaftar
perlu mengisi surat pernyataan menjadi anggota ISBN dan KDT (Katalog Dalam
Terbitan atau CIP/Cataloging In Publication).
Daftar ISBN hanya membayar biaya Rp.
25.000,- saja. Penerbit yang ingin mengajukan
permohonan ISBN harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu:
1)
Mengisi formulir surat pernyataan untuk penerbit baru
yang belum pernah bergabung dalam keanggotaan ISBN;
2)
Menunjukkan bukti legalitas penerbit (akta notaris,
surat keputusan, akta kesepakatan, atau surat-surat resmi yang dapat
dipertanggungjawabkan;
3)
Membuat surat permohonan di atas kop surat resmi
penerbit atau badan yang bertanggung jawab;
4)
Melampirkan halaman judul, halaman balik halaman
judul, daftar isi, dan kata pengantar.
Permohonan dapat disampaikan melalui jasa pos,
faksimili, email, online, atau datang langsung ke Perpustakaan Nasional dan
tidak dikenakan biaya.
a. ISBN-10
Fungsi ISBN-10
1)
Memberikan identitas terhadap satu judul buku yang
diterbitkan oleh penerbit.
2)
Membantu memperlancar arus distribusi buku karena dapat
mencegah terjadinya kekeliruan dalam pemesanan buku.
3)
Sarana promosi bagi penerbit karena informasi
pencantuman ISBN di Jakarta, maupun Badan Internasional yang berkedudukan di
Berlin, Jerman.
Kode ISBN-10
terdiri Dari 4 Bagian yaitu:
1)
Kode yang mengidentifikasikan bahasa.
2)
Kode penerbit.
3)
Kode buku tersebut.
4)
Karakter penguji (digit ke-10).
b. ISBN-13
ISBN -13 ini pengertianya sama
degan ISBN-10 yang juga bisa mengindentifiksi sebuah buku komirsil.
Keistemawaan dari Kode ISBN-13 ini adalah sejalandengan barcode European
Article Number (EAN)-13 dan kode ISBN-13 mempunyai kapasitas kode yang lebih
banyak daripada kode ISBN-10.
Fungsi ISBN-13:
Kode ISBN ini adalah
pengindentifikan yang dapat dibaca oleh mesin. Kode ISBN mempunyai peranan penting
dalam produksi distirbusi dan, penjualan, penyimpanan data bibliografic
dalam perdagangan buku. ISBN juga merupakan bagian vital dalam manajemen
informasi perpustakaan.
Struktur Kode ISBN-13
1) Prefix
element.
2) Registration
group element yang mengindentifikasi bahasa buku.
3) Registrant
code yang mengidentifikasi penerbit.
4) Publication
element yang mengindentifikasi judul buku.
5) Check
digit dyang berfungsi untuk mengecek kevalidan dari suatu kode ISBN.
Elemen pertama dari kode ISBN-13
ini adalah elemen yang membedakan kode ISBN-13 dengan kode ISBN-10. Elemen ini
mempunyai 3 digit nomor yang disediakan oleh EAN International. Prefix yang
telah disediakan oleh EAN intenational adalah:
· 978
· 979
3.
ISSN
ISSN merupakan singkatan dari
International Standard Serial Number atau Standar Internasional Nomor Majalah (mis: ISSN 2049-3630). ISSN (International Standard of Serial Number) merupakan
nomor pengenal yang diberikan kepada terbitan berkala seperti halnya dalam
terbitan berkala seperti majalah, surat kabar, newsletter (warta), buku
tahunan, laporan tahunan, maupun prosiding.
ISSN terdiri dari 8 angka sebagai
nomor pengenal dari majalah tersebut,. Manfaat dari nomor ISSN ini adalah untuk
memudahkan pelaksanaan administrasi seperti pemesanan sebuah majalah yang dapat
dilakukan dengan menyebutkan nomor ISSN-nya. Nomor ISSN ini akan menghilangkan
keragu-raguan karena ternyata banyak juga majalah yang sama atau hampir sama
judul/namanya.
14. Impact Factor (IF)
Pengertian infact factor (IF) dari
suatu jurnal akademis adalah ukuan yang mencerminkan jumlah rata-rata tahunan
dari kutipan artikel terbaru yang dipublikasikan dari jurnal itu. Hal ini
sering digunakan sebagai proxy untuk kepentingan relative dari jurnal dalam
bidangnya. Adapun jurnal
dengan IF yang lebih tinggi sering dianggap lebih penting dari pada jurnal
dengan IF lebih rendah. Impact factor (IF) dirancang oleh Eugene Garfield,
pendiri Institute for Scientific Information. Imfact Factor dihitung tahunan
mulai dari tahun 1975 untuk ulasan jurnal-jurnal yang tercantum
dalam Journal Citation Reports dari Thomson Reteurs.
55. SNIP
SNIP merupakan singkatan dari Source Normalized Impact per
Peper (SNIP), yang dibuat oleh Profesor Henk Moed di CTWS, Universitas Leiden,
yang digunakan untuk mengukur kontekstual kutipan dampak dengan pembobotan
kutipan berdasarkan jumlah total kutipan dalam bidang subjeknya. Dampak dalam
kutipan tunggal diberikan nilai lebih tinggi di bidang studi dimana kutipan
berada, dan sebaliknya.
6. SJR
SJR adalah singkatan dari Scimagi Jurnal Rank. Dimana SCImago adalah
kelompok riset dari Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIC),
Universitas Granada, Extremadura, Carlos III (Madrid) dan Alcala de Henares,
didedikasikan untuk analisis informasi, representasi dan pengambilan
dengan teknik visualisasi. Perhitungn SJR menggunakan database Scopus
(Elsevier) dengan memperhatikan:
a.
Journal Coverage
b.
Relationship between primary (citable
items) and total output per journal of the database.
c.
Assignment criteria for types of
documents.
d.
Accuracy of the linkage between
references and source records
Daftar
Pustaka
Anonim.
2015. Tentang ISBN, ISSN dan KDT. http://flpcianjur.blogspot.co.id/2010/06/tentang-isbn-issn-dan-kdt.html,
diakses pada tanggal 16 Oktober 2017.
Anonim.
Tanpa tahun. ISBN. https://id.wikipedia.org/wiki/ISBN, diakses pada tanggal 16 Oktober
2017.
Anonim.
2014. Pengertian ISSN. http://infopekanini.blogspot.co.id/2014/04/pengertian-issn.html,
diakses pada tanggal 17 Oktober 2017.
Anonim.
2017. Faktor Dampak. https://id.wikipedia.org/wiki/Faktor_dampak, diakses pada
tanggal 17 Oktober 2017
Darmawan,
Yogi. 2010. Pengertain ISBN-10 dan ISBN-13. http://yogi-rocky.blogspot.co.id/2010/05/isbn-10.html,
diakses pada tanggal 16 Oktober 2017.
Do you realize there's a 12 word sentence you can communicate to your man... that will induce intense emotions of love and impulsive attraction for you deep inside his chest?
BalasHapusThat's because hidden in these 12 words is a "secret signal" that fuels a man's instinct to love, treasure and care for you with all his heart...
12 Words Who Fuel A Man's Love Instinct
This instinct is so built-in to a man's brain that it will make him try better than before to to be the best lover he can be.
As a matter of fact, fueling this powerful instinct is so essential to getting the best ever relationship with your man that as soon as you send your man one of these "Secret Signals"...
...You will soon notice him open his mind and soul for you in a way he haven't experienced before and he will see you as the only woman in the universe who has ever truly appealed to him.