Indikator Alami dalam Proses Titrasi
Dalam
analisis kimia kualitatif, terdapat dua teknik analisis yakni analisa volumetri
dan analisa gravimetri. Analisa volumetri merupakan salah satu metode analisa
kuantitatif, yang sangat penting penggunaannya dalam menentukan konsentrasi zat
yang ada dalam larutan.(1) Dalam analisa
volumetri terdapat 4 jenis titrasi yaitu titrasi asam-basa, titrasi
pengendapan, titrasi redoks, dan titrasi pembentukan kompleks. Komponen penting
dalam suatu titrasi adalah indikator, karena indikator ini yang dijadikan
patokan untuk menghentikan titrasi. Misalnya, dalam titrasi asam-basa
dibutuhkan indikator yang dapat menunjukkan perubahan warna jika terjadi
perubahan pH larutan.
Indikator
umumnya adalah senyawa yang berwarna, dimana senyawa tersebut akan berubah
warnanya dengan adanya perubahan pH. (2)
Ada beragam jenis indikator asam
basa yang biasanya digunakan di laboratorium kimia, diantaranya adalah lakmus,
indikator universal, larutan indikator (seperti fenolftalein, metil merah, brom
timol biru), dan indikator alam. Indikator alam merupakan jenis indikator yang
dibuat dari tumbuhan, baik dari bagian daun, bunga, buah, dan batang. (3)
Berikut adalah beberapa bahan alami yang dapat digunakan sebagai indikator
asam-basa:
1. Kunyit
Kandungan
zat kimia yang terdapat dalam rimpang kunyit adalah minyak atsiri, pati, serat
dan abu. Komponen utama dalam rimpang kunyit adalah kurkuminoid dan
minyak atsiri.(4) Kurkumin dapat
digunakan sebagai indikator titik akhir titrasi dalam analisis volumetri
menggantikan fenolftalein dan methyl orange. (1)
Dari
hasil analisa diperoleh penyimpangan sebesar 0,63% yaitu perbedaan titik akhir
pada titrasi dengan indikator pp dan kurkumin sangat kecil, sehingga kurkumin
layak digunakan sebagai alternatif indikator pp (fenolftalein) dalam
titrasi asam basa. Dari hasil penelitian diperoleh hasil penyimpangan 0,18%
ditunjukkan oleh indikator kurkumin. Sehingga indikator kurkumin dapat
digunakan sebagai indikator alternatif pengganti methyl orange (mo)
untuk titrasi asam basa. (4)
2. Buah
Karamunting
Larutan indikator buah
karamunting memberikan warna merah pada suasana asam dan warna merah akan
semakin muda dan menjadi kuning apabila keasamannya berkurang. Pada suasana
basa berwarna ungu dan menjadi biru apabila basanya semakin kuat. Perubahan
warna yang terjadi pada kertas indikator buah karamunting mengindikasikan adanya
perbedaan pH suatu larutan tertentu. (3)
3. Ekstrak
Kubis Ungu
Titik
akhir titrasi yang ditunjukkan antara larutan yang menggunakan ekstrak total
kubis ungu selisihnya tidak bermakna dengan larutan yang menggunakan indikator
brom timol biru sehingga dapat dinyatakan bahwa indikator ekstrak total kubis
ungu dapat digunakan dalam menentukan titik akhir titrasi pada titrasi asam
kuat basa kuat. (5)
4. Ekstrak
Kulit Buah Naga
Ekstrak
kulit buah naga dapat digunakan sebagai indikator asam basa dengan perubahan
warna dari merah muda menjadi kuning pada proses titrasi asam kuat dan basa
kuat. (6)
5. Daun
Adam Hawa (Rheo discolor)
Indikator
ekstrak daun adam hawa berpotensi sebagai indikator titrasi asam dan basa. Indikator
ekstrak daun adam hawa memiliki trayek pH 4,75-6,75 dengan perubahan warna dari
jingga kemerahan-hijau kecoklatan. (7)
6. Ekstrak
Daun Erpa (Aerva sanguinolenta)
Ekstrak
pewarna daun erpa memiliki pH 5 dengan total antosianin 117 mg antosianin/100
g. Pewarnaan film terbaik dilakukan dengan cara pengolesan dengan 1 mL pewarna
erpa pada 40 cm2 film. Pembuatan label (film) dengan pencampuran langsung
menghasilkan film yang tidak berwarna. Pembuatan film indikator dengan metode
pengolesan 1 mL ekstrak warna di atas 20 cm2 film kitosan-PVA menghasilkan film
indikator dengan warna yang stabil dan merata. (8)
7. Kembang
Telang (Clitoria ternatea L.)
Ekstrak warna kembang telang dapat digunakan sebagai
indikator titrasi asam basa dengan rentang konsentrasi yang didapat yaitu
0,1004 ± 0,0032 untuk HCl 0,1000 N dan persentase kesalahan sebesar 0,4%. (9)
8. Bunga
Sepatu (Hibiscus rosa sinensis L)
Ekstrak mahkota bunga sepatu dapat digunakan sebagai indikator
pada titrasi asam-basa (asam kuat-basa kuat, asam lemah-basa kuat dan basa
lemah-asam kuat). Perubahan warna dalam asam berwana merah dan basa berwarna
hijau. Terjadinya perubahan warna karena dalam ekstrak tersebut mengandung
antosianin, yang dalam strukturnya terdapat kation flavilium membentuk
anhidrobase akibat perubahan pH. Indikator ekstrak mahkota bunga sepatu
mempunyai kemiripan dengan indikator metil oranye dan fenolftalein, sehingga dapat
sebagai pengganti indikator tersebut. (10)
Bibliography
1. Pemungutan
Kurkumin dari Kunyit (Curcuma domestica val.). Harjanti, Ratna Sri.
2008, Jurnal Rekayasa Proses, Vol. 2, pp. 49-54. 2.
2. Sintesis
Senyawa orto-Fenilazo-2-Naftol Sebagai Indikator Dalam Titrasi. Suirta,
I W. 2010, Jurnal Kimia 4, pp. 27-34.
3. Pembuatan
Indikator Asam Basa Karamunting. Indira, Cita. 2015, Jurnal
Kaunia, Vol. 11, pp. 1-10. 1.
4. Pemanfaatan
dan Efisiensi Kurkumin Kunyit. Sundari, Ratna. 2016, Jurnal
Teknoin, Vol. 22, pp. 595-601. 8.
5. Potensi
Pemanfaatan Ekstrak Kubis Ungu (Brassica oleracea L.) sebagai Indikator Asam
Basa Alami. Erwin, Nur, Muhammad Asfiyan and Panggabean, A. Sentosa.
2015, Jurnal Kimia Mulawarman, Vol. 13, pp. 15-18. 1.
6. Pembuatan
Indokator Bahan Alami dari Ekstrak Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Sebagai
Indikator Alternatif Asam Basa Berdasarkan Variasi Waktu Perendaman. Yulfriansyah,
Army and Novitriani, Korry. 2016, Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada,
Vol. 16, pp. 153-160. 1.
7. Studi
Potensi Ekstrak Daun Adam Hawa (Rhoeo discolor) Sebagai Indikator Titrasi
Asam-Basa. Ratnasari, Sinta, Suhendar, Dede and Amalia, Vina.
2016, Jurnal Chimica et Natura, Vol. 4, pp. 39-46. 1.
8. Pemanfaatan
Ekstrak Daun Erpa (Aerva sanguinolenta) untuk Label Cerdas Indikator Warna. Warsiki,
Endang, Nofrida, Rini and Yuliasih, Indah. 2013, Jurnal Ilmu Pertanian
Indonesia, Vol. 18, pp. 15-19. 1.
9. Efektifitas
Konsentrasi Etanol Untuk Ekstraksi Pewarna Alami Kembang Telang (Clitoria
ternatea L.) dan Aplikasinya Sebagai Alternatif Indikator Asam Basa. Ramdan,
Ummy Mardiana, Aryanti, Yayu and Mulyana, Yusup. 2017, Jurnal Kesehatan
Bakti Tunas Husada, Vol. 17, pp. 33-40. 1.
10. Indikator
Titrasi Asam-Basa dari Ekstraks Bunga Sepatu (Hibiscus rosa sinensis L). Nuryanti,
Siti, et al. 2010, Jurnal Agritech, Vol. 30, pp. 178-183. 3.
0 komentar:
Posting Komentar