Search

Selasa, 03 Oktober 2017

SITASI DAN BIBLIOGRAFI MENGGUNAKAN ZOTERO HARVARD STYLE

Indikator Alami dalam Proses Titrasi
Dalam analisis kimia kualitatif, terdapat dua teknik analisis yakni analisa volumetri dan analisa gravimetri. Analisa volumetri merupakan salah satu metode analisa kuantitatif, yang sangat penting penggunaannya dalam menentukan konsentrasi zat yang ada dalam larutan. (Harjanti, 2008) Dalam analisa volumetri terdapat 4 jenis titrasi yaitu titrasi asam-basa, titrasi pengendapan, titrasi redoks, dan titrasi pembentukan kompleks. Komponen penting dalam suatu titrasi adalah indikator, karena indikator ini yang dijadikan patokan untuk menghentikan titrasi. Misalnya, dalam titrasi asam-basa dibutuhkan indikator yang dapat menunjukkan perubahan warna jika terjadi perubahan pH larutan.
Indikator umumnya adalah senyawa yang berwarna, dimana senyawa tersebut akan berubah warnanya dengan adanya perubahan pH. (Suirta, 2010) Ada beragam jenis indikator asam basa yang biasanya digunakan di laboratorium kimia, diantaranya adalah lakmus, indikator universal, larutan indikator (seperti fenolftalein, metil merah, brom timol biru), dan indikator alam. Indikator alam merupakan jenis indikator yang dibuat dari tumbuhan, baik dari bagian daun, bunga, buah, dan batang. (Indira, 2015) Berikut adalah beberapa bahan alami yang dapat digunakan sebagai indikator asam-basa:
1.    Kunyit
Kandungan zat kimia yang terdapat dalam rimpang kunyit adalah minyak atsiri, pati, serat dan abu. Komponen utama dalam rimpang kunyit adalah kurkuminoid dan minyak atsiri. (Sundari, 2017) Kurkumin dapat digunakan sebagai indikator titik akhir titrasi dalam analisis volumetri menggantikan fenolftalein dan methyl orange. (Harjanti, 2008)
Dari hasil analisa diperoleh penyimpangan sebesar 0,63% yaitu perbedaan titik akhir pada titrasi dengan indikator pp dan kurkumin sangat kecil, sehingga kurkumin layak digunakan sebagai alternatif indikator pp (fenolftalein) dalam titrasi asam basa. Dari hasil penelitian diperoleh hasil penyimpangan 0,18% ditunjukkan oleh indikator kurkumin. Sehingga indikator kurkumin dapat digunakan sebagai indikator alternatif pengganti methyl orange (mo) untuk titrasi asam basa. (Sundari, 2017)
2.    Buah Karamunting
Larutan indikator buah karamunting memberikan warna merah pada suasana asam dan warna merah akan semakin muda dan menjadi kuning apabila keasamannya berkurang. Pada suasana basa berwarna ungu dan menjadi biru apabila basanya semakin kuat. Perubahan warna yang terjadi pada kertas indikator buah karamunting mengindikasikan adanya perbedaan pH suatu larutan tertentu. (Indira, 2015)
3.    Ekstrak Kubis Ungu
Titik akhir titrasi yang ditunjukkan antara larutan yang menggunakan ekstrak total kubis ungu selisihnya tidak bermakna dengan larutan yang menggunakan indikator brom timol biru sehingga dapat dinyatakan bahwa indikator ekstrak total kubis ungu dapat digunakan dalam menentukan titik akhir titrasi pada titrasi asam kuat basa kuat. (Nur et al., 2016)
4.    Ekstrak Kulit Buah Naga
Ekstrak kulit buah naga dapat digunakan sebagai indikator asam basa dengan perubahan warna dari merah muda menjadi kuning pada proses titrasi asam kuat dan basa kuat. (Yulfriansyah and Novitriani, 2016)
5.    Daun Adam Hawa (Rheo discolor)
Indikator ekstrak daun adam hawa berpotensi sebagai indikator titrasi asam dan basa. Indikator ekstrak daun adam hawa memiliki trayek pH 4,75-6,75 dengan perubahan warna dari jingga kemerahan-hijau kecoklatan. (Ratnasari et al., 2016)
6.    Ekstrak Daun Erpa (Aerva sanguinolenta)
7.    Ekstrak pewarna daun erpa memiliki pH 5 dengan total antosianin 117 mg antosianin/100 g. Pewarnaan film terbaik dilakukan dengan cara pengolesan dengan 1 mL pewarna erpa pada 40 cm2 film. Pembuatan label (film) dengan pencampuran langsung menghasilkan film yang tidak berwarna. Pembuatan film indikator dengan metode pengolesan 1 mL ekstrak warna di atas 20 cm2 film kitosan-PVA menghasilkan film indikator dengan warna yang stabil dan merata. (Warsiki et al., 2014)
8.    Kembang Telang (Clitoria ternatea L.)
Ekstrak warna kembang telang dapat digunakan sebagai indikator titrasi asam basa dengan rentang konsentrasi yang didapat yaitu 0,1004 ± 0,0032 untuk HCl 0,1000 N dan persentase kesalahan sebesar 0,4%. (Ramdan, 2017)
9.    Bunga Sepatu (Hibiscus rosa sinensis L)
Ekstrak mahkota bunga sepatu dapat digunakan sebagai indikator pada titrasi asam-basa (asam kuat-basa kuat, asam lemah-basa kuat dan basa lemah-asam kuat). Perubahan warna dalam asam berwana merah dan basa berwarna hijau. Terjadinya perubahan warna karena dalam ekstrak tersebut mengandung antosianin, yang dalam strukturnya terdapat kation flavilium membentuk anhidrobase akibat perubahan pH. Indikator ekstrak mahkota bunga sepatu mempunyai kemiripan dengan indikator metil oranye dan fenolftalein, sehingga dapat sebagai pengganti indikator tersebut. (Nuryanti et al., 2010)

BIBLIOGRAFI
Harjanti, R.S., 2008. Pemungutan Kurkumin dari Kunyit (Curcuma domestica val.) dan Pemakaiannya Sebagai Indikator Analisis Volumetri. J. Rekayasa Proses 2, 49–54.
Indira, C., 2015. Pembuatan Indikator Asam Basa Karamunting. Kaunia Vol XI No 1, 1–10.
Nur, M.A., Panggabean, A.S., others, 2016. Potensi Pemanfaatan Ekstrak Kubis Ungu (Brassica oleracea L.) sebagai Indikator Asam Basa Alami. J. Kim. MULAWARMAN 13.
Nuryanti, S., Matsjeh, S., Anwar, C., Raharjo, T.J., 2010. Indikator titrasi asam-basa dari ekstrak bunga sepatu (Hibiscus rosa sinensis L). Agritech 30.
Ramdan, U.M., 2017. EFEKTIVITAS KONSENTRASI ETANOL UNTUK EKSTRAKSI PEWARNA ALAMI KEMBANG ANG (Clitoria ternatea L.) DAN APLIKASINYA SEBAGAI ALTERNATIF INDIKATOR ASAM BASA. J. Kesehat. Bakti Tunas Husada 17, 33–40.
Ratnasari, S., Suhendar, D., Amalia, V., 2016. STUDI POTENSI EKSTRAK DAUN ADAM HAWA (Rhoeo discolor) SEBAGAI INDIKATOR TITRASI ASAM-BASA. Chim. Nat. Acta 4, 39–46.
Suirta, I.W., 2010. Sintesis Senyawa Orto-Fenilazo-2-Naftol Sebagai Indikator Dalam Titrasi. J. Kim. 4.
Sundari, R., 2017. PEMANFAATAN DAN EFISIENSI KURKUMIN KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL) SEBAGAI INDIKATOR TITRASI ASAM BASA. J. Teknoin 22.
Warsiki, E., Nofrida, R., Yuliasih, I., 2014. Pemanfaatan Ekstrak Daun Erpa (Aerva sanguinolenta) untuk Label Cerdas Indikator Warna. J. Ilmu Pertan. Indones. 18, 15–19.
Yulfriansyah, A., Novitriani, K., 2016. PEMBUATAN INDIKATOR BAHAN ALAMI DARI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI INDIKATOR ALTERNATIF ASAM BASA BERDASARKAN VARIASI WAKTU PERENDAMAN. J. Kesehat. Bakti Tunas Husada 16, 153–160.


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.