Indikator Alami dalam Proses Titrasi
Dalam
analisis kimia kualitatif, terdapat dua teknik analisis yakni analisa volumetri
dan analisa gravimetri. Analisa volumetri merupakan salah satu metode analisa
kuantitatif, yang sangat penting penggunaannya dalam menentukan konsentrasi zat
yang ada dalam larutan. (Harjanti,
2008)
Dalam analisa volumetri terdapat 4 jenis titrasi yaitu titrasi asam-basa,
titrasi pengendapan, titrasi redoks, dan titrasi pembentukan kompleks. Komponen
penting dalam suatu titrasi adalah indikator, karena indikator ini yang
dijadikan patokan untuk menghentikan titrasi. Misalnya, dalam titrasi asam-basa
dibutuhkan indikator yang dapat menunjukkan perubahan warna jika terjadi
perubahan pH larutan.
Indikator
umumnya adalah senyawa yang berwarna, dimana senyawa tersebut akan berubah warnanya
dengan adanya perubahan pH. (Suirta,
2010)
Ada beragam jenis indikator asam
basa yang biasanya digunakan di laboratorium kimia, diantaranya adalah lakmus,
indikator universal, larutan indikator (seperti fenolftalein, metil merah, brom
timol biru), dan indikator alam. Indikator alam merupakan jenis indikator yang
dibuat dari tumbuhan, baik dari bagian daun, bunga, buah, dan batang. (Indira,
2015) Berikut adalah beberapa bahan alami yang
dapat digunakan sebagai indikator asam-basa:
1. Kunyit
Kandungan
zat kimia yang terdapat dalam rimpang kunyit adalah minyak atsiri, pati, serat
dan abu. Komponen utama dalam rimpang kunyit adalah kurkuminoid dan
minyak atsiri. (Sundari,
2017)
Kurkumin dapat digunakan sebagai indikator titik akhir titrasi dalam analisis
volumetri menggantikan fenolftalein dan methyl orange. (Harjanti,
2008)
Dari
hasil analisa diperoleh penyimpangan sebesar 0,63% yaitu perbedaan titik akhir
pada titrasi dengan indikator pp dan kurkumin sangat kecil, sehingga kurkumin
layak digunakan sebagai alternatif indikator pp (fenolftalein) dalam
titrasi asam basa. Dari hasil penelitian diperoleh hasil penyimpangan 0,18%
ditunjukkan oleh indikator kurkumin. Sehingga indikator kurkumin dapat
digunakan sebagai indikator alternatif pengganti methyl orange (mo)
untuk titrasi asam basa. (Sundari,
2017)
2. Buah
Karamunting
Larutan indikator buah
karamunting memberikan warna merah pada suasana asam dan warna merah akan
semakin muda dan menjadi kuning apabila keasamannya berkurang. Pada suasana
basa berwarna ungu dan menjadi biru apabila basanya semakin kuat. Perubahan
warna yang terjadi pada kertas indikator buah karamunting mengindikasikan
adanya perbedaan pH suatu larutan tertentu. (Indira,
2015)
3. Ekstrak
Kubis Ungu
Titik
akhir titrasi yang ditunjukkan antara larutan yang menggunakan ekstrak total
kubis ungu selisihnya tidak bermakna dengan larutan yang menggunakan indikator
brom timol biru sehingga dapat dinyatakan bahwa indikator ekstrak total kubis
ungu dapat digunakan dalam menentukan titik akhir titrasi pada titrasi asam
kuat basa kuat. (Nur et al., 2016)
4. Ekstrak
Kulit Buah Naga
Ekstrak
kulit buah naga dapat digunakan sebagai indikator asam basa dengan perubahan
warna dari merah muda menjadi kuning pada proses titrasi asam kuat dan basa
kuat. (Yulfriansyah
and Novitriani, 2016)
5. Daun
Adam Hawa (Rheo discolor)
Indikator
ekstrak daun adam hawa berpotensi sebagai indikator titrasi asam dan basa.
Indikator ekstrak daun adam hawa memiliki trayek pH 4,75-6,75 dengan perubahan
warna dari jingga kemerahan-hijau kecoklatan. (Ratnasari
et al., 2016)
6. Ekstrak
Daun Erpa (Aerva sanguinolenta)
7. Ekstrak
pewarna daun erpa memiliki pH 5 dengan total antosianin 117 mg antosianin/100
g. Pewarnaan film terbaik dilakukan dengan cara pengolesan dengan 1 mL pewarna
erpa pada 40 cm2 film. Pembuatan label (film) dengan pencampuran langsung
menghasilkan film yang tidak berwarna. Pembuatan film indikator dengan metode
pengolesan 1 mL ekstrak warna di atas 20 cm2 film kitosan-PVA menghasilkan film
indikator dengan warna yang stabil dan merata. (Warsiki
et al., 2014)
8. Kembang
Telang (Clitoria ternatea L.)
Ekstrak
warna kembang telang dapat digunakan sebagai indikator titrasi asam basa dengan
rentang konsentrasi yang didapat yaitu 0,1004 ± 0,0032 untuk HCl 0,1000 N dan
persentase kesalahan sebesar 0,4%. (Ramdan,
2017)
9. Bunga
Sepatu (Hibiscus rosa sinensis L)
Ekstrak
mahkota bunga sepatu dapat digunakan sebagai indikator pada titrasi asam-basa
(asam kuat-basa kuat, asam lemah-basa kuat dan basa lemah-asam kuat). Perubahan
warna dalam asam berwana merah dan basa berwarna hijau. Terjadinya perubahan
warna karena dalam ekstrak tersebut mengandung antosianin, yang dalam
strukturnya terdapat kation flavilium membentuk anhidrobase akibat perubahan
pH. Indikator ekstrak mahkota bunga sepatu mempunyai kemiripan dengan indikator
metil oranye dan fenolftalein, sehingga dapat sebagai pengganti indikator
tersebut. (Nuryanti
et al., 2010)
BIBLIOGRAFI
Harjanti,
R.S., 2008. Pemungutan Kurkumin dari Kunyit (Curcuma domestica val.) dan
Pemakaiannya Sebagai Indikator Analisis Volumetri. J. Rekayasa Proses 2, 49–54.
Indira, C., 2015. Pembuatan Indikator
Asam Basa Karamunting. Kaunia Vol XI No 1, 1–10.
Nur, M.A., Panggabean, A.S., others,
2016. Potensi Pemanfaatan Ekstrak Kubis Ungu (Brassica oleracea L.) sebagai
Indikator Asam Basa Alami. J. Kim. MULAWARMAN 13.
Nuryanti, S., Matsjeh, S., Anwar, C.,
Raharjo, T.J., 2010. Indikator titrasi asam-basa dari ekstrak bunga sepatu
(Hibiscus rosa sinensis L). Agritech 30.
Ramdan, U.M., 2017. EFEKTIVITAS
KONSENTRASI ETANOL UNTUK EKSTRAKSI PEWARNA ALAMI KEMBANG ℡ANG
(Clitoria ternatea L.) DAN APLIKASINYA SEBAGAI ALTERNATIF INDIKATOR ASAM BASA.
J. Kesehat. Bakti Tunas Husada 17, 33–40.
Ratnasari, S., Suhendar, D., Amalia, V.,
2016. STUDI POTENSI EKSTRAK DAUN ADAM HAWA (Rhoeo discolor) SEBAGAI INDIKATOR
TITRASI ASAM-BASA. Chim. Nat. Acta 4, 39–46.
Suirta, I.W., 2010. Sintesis Senyawa
Orto-Fenilazo-2-Naftol Sebagai Indikator Dalam Titrasi. J. Kim. 4.
Sundari, R., 2017. PEMANFAATAN DAN
EFISIENSI KURKUMIN KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL) SEBAGAI INDIKATOR TITRASI
ASAM BASA. J. Teknoin 22.
Warsiki, E., Nofrida, R., Yuliasih, I.,
2014. Pemanfaatan Ekstrak Daun Erpa (Aerva sanguinolenta) untuk Label Cerdas
Indikator Warna. J. Ilmu Pertan. Indones. 18, 15–19.
Yulfriansyah, A., Novitriani, K., 2016.
PEMBUATAN INDIKATOR BAHAN ALAMI DARI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (Hylocereus
polyrhizus) SEBAGAI INDIKATOR ALTERNATIF ASAM BASA BERDASARKAN VARIASI WAKTU
PERENDAMAN. J. Kesehat. Bakti Tunas Husada 16, 153–160.
0 komentar:
Posting Komentar