Indikator Alami dalam Proses Titrasi
Dalam
analisis kimia kualitatif, terdapat dua teknik analisis yakni analisa volumetri
dan analisa gravimetri. Analisa volumetri merupakan salah satu metode analisa
kuantitatif, yang sangat penting penggunaannya dalam menentukan konsentrasi zat
yang ada dalam larutan. [1] Dalam analisa
volumetri terdapat 4 jenis titrasi yaitu titrasi asam-basa, titrasi
pengendapan, titrasi redoks, dan titrasi pembentukan kompleks. Komponen penting
dalam suatu titrasi adalah indikator, karena indikator ini yang dijadikan
patokan untuk menghentikan titrasi. Misalnya, dalam titrasi asam-basa
dibutuhkan indikator yang dapat menunjukkan perubahan warna jika terjadi
perubahan pH larutan.
Indikator
umumnya adalah senyawa yang berwarna, dimana senyawa tersebut akan berubah warnanya
dengan adanya perubahan pH. [2] Ada beragam jenis indikator asam
basa yang biasanya digunakan di laboratorium kimia, diantaranya adalah lakmus,
indikator universal, larutan indikator (seperti fenolftalein, metil merah, brom
timol biru), dan indikator alam. Indikator alam merupakan jenis indikator yang
dibuat dari tumbuhan, baik dari bagian daun, bunga, buah, dan batang. [3] Berikut adalah
beberapa bahan alami yang dapat digunakan sebagai indikator asam-basa:
1. Kunyit
Kandungan
zat kimia yang terdapat dalam rimpang kunyit adalah minyak atsiri, pati, serat
dan abu. Komponen utama dalam rimpang kunyit adalah kurkuminoid dan
minyak atsiri. [4] Kurkumin dapat
digunakan sebagai indikator titik akhir titrasi dalam analisis volumetri
menggantikan fenolftalein dan methyl orange. (Harjanti, 2008)
Dari
hasil analisa diperoleh penyimpangan sebesar 0,63% yaitu perbedaan titik akhir
pada titrasi dengan indikator pp dan kurkumin sangat kecil, sehingga kurkumin
layak digunakan sebagai alternatif indikator pp (fenolftalein) dalam
titrasi asam basa. Dari hasil penelitian diperoleh hasil penyimpangan 0,18%
ditunjukkan oleh indikator kurkumin. Sehingga indikator kurkumin dapat
digunakan sebagai indikator alternatif pengganti methyl orange (mo)
untuk titrasi asam basa. [4]
2. Buah
Karamunting
Larutan indikator buah
karamunting memberikan warna merah pada suasana asam dan warna merah akan
semakin muda dan menjadi kuning apabila keasamannya berkurang. Pada suasana
basa berwarna ungu dan menjadi biru apabila basanya semakin kuat. Perubahan
warna yang terjadi pada kertas indikator buah karamunting mengindikasikan
adanya perbedaan pH suatu larutan tertentu. [3]
3. Ekstrak
Kubis Ungu
Titik
akhir titrasi yang ditunjukkan antara larutan yang menggunakan ekstrak total
kubis ungu selisihnya tidak bermakna dengan larutan yang menggunakan indikator
brom timol biru sehingga dapat dinyatakan bahwa indikator ekstrak total kubis
ungu dapat digunakan dalam menentukan titik akhir titrasi pada titrasi asam
kuat basa kuat. (Nur et al., 2016)
4. Ekstrak
Kulit Buah Naga
Ekstrak
kulit buah naga dapat digunakan sebagai indikator asam basa dengan perubahan
warna dari merah muda menjadi kuning pada proses titrasi asam kuat dan basa
kuat. [5]
5. Daun
Adam Hawa (Rheo discolor)
Indikator
ekstrak daun adam hawa berpotensi sebagai indikator titrasi asam dan basa.
Indikator ekstrak daun adam hawa memiliki trayek pH 4,75-6,75 dengan perubahan
warna dari jingga kemerahan-hijau kecoklatan. [6]
6. Ekstrak
Daun Erpa (Aerva sanguinolenta)
7. Ekstrak
pewarna daun erpa memiliki pH 5 dengan total antosianin 117 mg antosianin/100
g. Pewarnaan film terbaik dilakukan dengan cara pengolesan dengan 1 mL pewarna
erpa pada 40 cm2 film. Pembuatan label (film) dengan pencampuran langsung
menghasilkan film yang tidak berwarna. Pembuatan film indikator dengan metode
pengolesan 1 mL ekstrak warna di atas 20 cm2 film kitosan-PVA menghasilkan film
indikator dengan warna yang stabil dan merata. [7]
8. Kembang
Telang (Clitoria ternatea L.)
Ekstrak
warna kembang telang dapat digunakan sebagai indikator titrasi asam basa dengan
rentang konsentrasi yang didapat yaitu 0,1004 ± 0,0032 untuk HCl 0,1000 N dan
persentase kesalahan sebesar 0,4%. [8]
9. Bunga
Sepatu (Hibiscus rosa sinensis L)
Ekstrak
mahkota bunga sepatu dapat digunakan sebagai indikator pada titrasi asam-basa
(asam kuat-basa kuat, asam lemah-basa kuat dan basa lemah-asam kuat). Perubahan
warna dalam asam berwana merah dan basa berwarna hijau. Terjadinya perubahan
warna karena dalam ekstrak tersebut mengandung antosianin, yang dalam
strukturnya terdapat kation flavilium membentuk anhidrobase akibat perubahan
pH. Indikator ekstrak mahkota bunga sepatu mempunyai kemiripan dengan indikator
metil oranye dan fenolftalein, sehingga dapat sebagai pengganti indikator
tersebut. [9]
BIBLIOGRAFI
[1] R. S. Harjanti, “Pemungutan Kurkumin dari
Kunyit (Curcuma domestica val.) dan Pemakaiannya Sebagai Indikator Analisis
Volumetri,” J. Rekayasa Proses, vol. 2, no. 2, hal. 49–54, 2008.
[2] I. W.
Suirta, “Sintesis Senyawa Orto-Fenilazo-2-Naftol Sebagai Indikator Dalam
Titrasi,” J. Kim., vol. 4, no. 1, 2010.
[3] C. Indira,
“Pembuatan Indikator Asam Basa Karamunting,” Kaunia Vol XI No, vol. 1,
hal. 1–10, 2015.
[4] R. Sundari,
“PEMANFAATAN DAN EFISIENSI KURKUMIN KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL) SEBAGAI
INDIKATOR TITRASI ASAM BASA,” J. Teknoin, vol. 22, no. 8, 2017.
[5] A.
Yulfriansyah dan K. Novitriani, “PEMBUATAN INDIKATOR BAHAN ALAMI DARI EKSTRAK
KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI INDIKATOR ALTERNATIF ASAM BASA
BERDASARKAN VARIASI WAKTU PERENDAMAN,” J. Kesehat. Bakti Tunas Husada,
vol. 16, no. 1, hal. 153–160, 2016.
[6] S.
Ratnasari, D. Suhendar, dan V. Amalia, “STUDI POTENSI EKSTRAK DAUN ADAM HAWA
(Rhoeo discolor) SEBAGAI INDIKATOR TITRASI ASAM-BASA,” Chim. Nat. Acta,
vol. 4, no. 1, hal. 39–46, 2016.
[7] E. Warsiki,
R. Nofrida, dan I. Yuliasih, “Pemanfaatan Ekstrak Daun Erpa (Aerva
sanguinolenta) untuk Label Cerdas Indikator Warna,” J. Ilmu Pertan. Indones.,
vol. 18, no. 1, hal. 15–19, 2014.
[8] U. M.
Ramdan, “EFEKTIVITAS KONSENTRASI ETANOL UNTUK EKSTRAKSI PEWARNA ALAMI KEMBANG ℡ANG
(Clitoria ternatea L.) DAN APLIKASINYA SEBAGAI ALTERNATIF INDIKATOR ASAM BASA,”
J. Kesehat. Bakti Tunas Husada, vol. 17, no. 1, hal. 33–40, 2017.
[9] S.
Nuryanti, S. Matsjeh, C. Anwar, dan T. J. Raharjo, “Indikator titrasi asam-basa
dari ekstrak bunga sepatu (Hibiscus rosa sinensis L),” Agritech, vol.
30, no. 3, 2010.
[10] M. A. Nur,
A. S. Panggabean, dan others, “Potensi Pemanfaatan Ekstrak Kubis Ungu (Brassica
oleracea L.) sebagai Indikator Asam Basa Alami,” J. Kim. MULAWARMAN,
vol. 13, no. 1, 2016.
Do you understand there's a 12 word sentence you can tell your man... that will trigger intense emotions of love and instinctual appeal to you buried inside his heart?
BalasHapusBecause hidden in these 12 words is a "secret signal" that triggers a man's impulse to love, worship and guard you with his entire heart...
12 Words Will Fuel A Man's Desire Response
This impulse is so hardwired into a man's brain that it will drive him to work harder than ever before to take care of you.
As a matter of fact, fueling this all-powerful impulse is absolutely mandatory to achieving the best ever relationship with your man that the second you send your man a "Secret Signal"...
...You'll soon notice him expose his soul and heart for you in a way he haven't experienced before and he will perceive you as the only woman in the universe who has ever truly fascinated him.